-->

Makam Siswa MI Meninggal Tenggelam di Kedungcinet Dibongkar, Diduga Dibunuh Temannya

23 Oktober 2020, 6:25:00 PM WIB Last Updated 2020-10-23T11:25:58Z

Kematian bocah MI berinisial Muhammad Alfian alias Fian (12) di sungai wisata Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, dianggap misterius dan diduga tidak wajar. Keluarga curiga, kalau bocah asal Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang terindikasi menjadi korban pembunuhan.
Untuk membuktikan, keluarga meminta kepada pihak kepolisian agar membongkar makam Fian di TPU yang berada di jalan Brigjen Kretarto, Desa Sambong Dukuh, Jombang, pada Jumat (23/10).
Pembongkaran jenazah anak kelas 6 MI tersebut, disaksikan oleh pihak keluarga korban. Setelah dibongkar, jenazah diangkat dan langsung diautopsi di makam. Proses autopsi dilakukan di dalam tenda tertutup oleh tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Sebelumnya, korban Fian ditemukan meninggal di kawasan wisata sungai Kedung Cinet pada Rabu (21/10) sore. Orang tua korban, Hadi Sutrisno menjelaskan, jika pada saat jenazah anaknya dimandikan, ditemukan adanya luka lebam. Karena curiga, pihaknya kemudian membuat surat pernyataan apabila terbukti ada tindak kekerasan, maka siap dilakukan proses hukum.
"Pada waktu jenazah dimandikan, kelihatan ada luka lebam. Saya tidak tahu sebabnya, itu dipukul atau memang anak saya kepleset itu tadi. Nah makanya setelah kita berunding kita mintakan visum luar dulu," terang Hadi Sutrisno.
Untuk selanjutnya, kalau memang terbukti ada tersangka yang benar-benar menganiaya anaknya hingga meninggal, pihaknya akan siap untuk dilakukan autopsi dengan membongkar makamnya. "Saya siap untuk dilakukan autopsi dan membongkar makamnya. Sebagai orang tua, apabila ada titik terang kalau anak saya dianiaya dan orangnya ketemu saya lega, bukannya apa-apa, biar hukum berjalan," imbuhnya.
Kepala Desa Sambong Dukuh, Khoirun Rozikin menjelaskan, jika pembongkaran makam tersebut atas permintaan keluarga korban. Karena pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan terkait tewasnya korban yang tenggelam di sungai Kedung Cinet.
"Ini dilakukan karena ada kejanggalan-kejanggalan yang tidak bisa diterima keluarga korban, sebab mengarah ke pidana sehingga dilakukan autopsi. Salah satunya keterangan pelaku saat ditanya keluarga korban tidak konsisten sehingga ada kecurigaan," jelasnya.
Kapolsek Plandaan Jombang AKP Akwan menyampaikan, pembongkaran makam tersebut untuk kepentingan autopsi guna mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban.
Sebelumnya, pada Rabu (21/10) korban Fian bersama kedua temannya yakni AHR (16) dan M Addin (17) bermain di kawasan wisata Kedung Cinet. Kejadian nahas dialami korban ketika berfoto selfie di tengah sungai lalu terpeleset tenggelam dan ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. 
Akwan menjelaskan, meninggalnya korban indikasi mengarah dibunuh oleh teman sekaligus tetangga dekat korban. Terduga pelaku berinisial AHR (16), warga Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang.
"Keterangan saksi, korban sengaja didorong ke sungai hingga tenggelam," ungkap Akwan.
Lebih lanjut, Akwan menjelaskan, terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Jombang. Karena pelaku masih berusia di bawah umur, Akwan melanjutkan, kasus selanjutnya ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.
"Sudah kita lakukan penyelidikan sampai 1 hari, dan kita menemukan sebagi pelaku. Karena pelaku masih dibawah umur, semua permasalahan kita limpahkan kepada PPA selaku penyedia anak Polres. Pelaku kelas 2 aliyah, korban kelas 6 MI. Korban teman dekat," pungkas AKP Akwan. (JANG)
Komentar

Tampilkan

Terkini