INFO TERKINI

...



Anggota Satsabhara Polresta Mojokerto gelar penyisiran di Sungai Brangkal di Jalan Riyanto, Kota Mojokerto. Pasalnya ditemukan potongan tulang manusia yang tepatnya pada bulan lalu. Dan penyisiran dilakukan sepanjang 500 meter dari titik temu tulang tersebut, Selasa (12/11).
Dari Keterangan Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka, penyisiran dilakukan untuk pencarian kerangka manusia yang diduga ada di Sungai Brangkal. Berawal dari laporan warga sekitar yang menemukan potongan tulang manusia pada awal bulan Oktober 2019 lalu.
 “ Dengan penyisiran yang kita lakukan kali ini, mungkin bisa menemukan bagian tulang lainnya. Menurut hasil hasil uji forensik, tulang yang ditemukan sebelumnya merupakan bagian dari kerangka manusia,” Terang AKP Ade Waroka.(rey/lintasmojo)
Berikut ini videonya




...


Sebanyak 11 peserta lomba Festival Film kampung yang di gelar Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto, nonton bareng hasil karya dari kreator Muda Kota Mojokerto di Radio Gema Fm, jalan Bhayangkara No. 45, Kota Mojokerto. Senin, (11/11).
Kepala Bidang PIK Diskominfo Agus Triatno mengatakan kegiatan Festival Film Kampung 2019 merupakan salah satu kegiatan dari Diskominfo untuk menjaring kreator-kreator muda Kota Mojokerto dalam membuat film.
"Kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk menampung kreator muda Kota Mojokerto menunjukkan kreativitasnya, yang mana nanti Diskominfo kedepannya akan melakukan pendampingan kepada para pemenang, sehingga hasil karya dari para kreator muda ini bisa menjunjung dan menganalkan Kota Mojokerto ke Kota Kota lain baik di tingkat provinsi maupun Nasional," ungkap Agus.
Masih kata Agus, pemenang lomba Festival Film Kampung 2019 akan mendapatkan hadiah dengan total 18juta. "Semoga hadiah ini bermanfaat bagi kreator muda untuk menunjang kretivitas dan dan pemenang lomba ini nanti akan di tampilkan di MojoSpektra yang diadakan oleh pemerintah Kota Mojokerto," imbuhnya.(rey/lintasmojo)




...



Jumlah pelanggar saat Operasi Zebra Semeru 2019 selama 14 hari itu di wilayah hukum Polresta Mojokerto berdampak pada membludaknya antrian pelanggar tilang yang ada di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto di jalan Raya By Pass Kota Mojokerto, Senin (11/11).
Sebanyak 1889 pelanggar diwilayah hukum Polresta Mojokerto dengan jadwal sidang tilang pada Senin (11/11) hari ini, Kejari Kota Mojokerto kebanjiran sidang. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Mojokerto Kota, Ferdy Ferdinan SH, mengatakan, pihaknya sudah siap melayani ribuan masyarakat pelanggar.
 " Kita sudah siap melayani masyarakat. Persiapan ini sudah kita lakukan sejak Jum'at Minggu kemarin (8/11). Apa yang kita lakukan ini guna masyarakat terlayani dengan cepat, dan nyaman," ujar Ferdy sapaan akrabnya.
Adapun metode yang dipakai dalam persiapan ini, berupa upaya mengkolektif surat tilang sesuai nomor registernya. Tampak para petugas Kejaksaan terlihat serius menata tumpukan surat tilang saat mengintip kesibukan mereka.
"Jadi dengan mengkolektif surat tilang sesuai nomor registrasinya, nantinya petugas tidak membutuhkan waktu lama untuk melayani masyarakat. Tinggal ambil rekapan surat tilang dan barang bukti yang disita sesuai deretan nomor tegistrasi," tuturnya.
Masih kata Ferdy Ferdinan SH, bagi masyarakat pelanggar tilang, bisa menggunakan alternatif lain, yaitu memanfaatkan layanan delivery tilang yang sebelumnya juga kami persiapkan. Pada layanan ini, masyarakat tanpa harus mengantri di kantor kejaksaan. Untuk mekanismenya, masyarakat bisa membuka website resmi Kejari Kota Mojokerto.

” Selain delivery tilang, Kejari Kota Mojokerto bisa juga menyediakan alternatif lain, yaitu layanan Drive Thru, antri nomor antrian via website dan Kantor Pos. Untuk Kantor Pos layanan atas kerjasama kejaksaan dengan Kantor Pos dan kita namakan Gastar BB Tilang. Masyarakat bisa menyetorkan surat tilang di kantor-kantor pos, membayar denda selanjutnya petugas pos mengantarkan barang bukti yang disita baik itu STNK maupun SIM ke rumah para pelanggar," pungkasnya.(rey/lintasmojo)



...


Upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 di SMPN 1 Kota Mojokerto berlangsung heroik. Dengan berkostum pejuang dan profesi ini dari guru hingga murid mengenakannya, Senin (11/11). Dengan kostum pejuang, tentara, polisi, pilot, petani, perawat hingga dokter terlihat kompak di Lapangan SMPN 1 Kota Mojokerto tempat upacara.
Dengan tema yang diusung "Aku Pahlawan Masa Kini". Agar diharapkan siswa-siswi meneladani semangat kepahlawanan dan sesuai tema agar para siswa dan siswi bisa meneladani profesi yang dikenakan saat upacara.
Mulib, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Mojokerto mengatakan jika upacara tadi untuk memperingatai Hari Pahlawan. Dan dengan peringatan ini bisa dipetik semangat akan perjuangan yang dilakukan pahlawan-pahlawan kita.
” Dengan semangat jiwa kepahlawanan, siswa siswi harus berjuang dengan belajar sungguh-sungguh agar dapat mendulang prestasi,” terangnya. Dalam kesempatan itu pula Mulib menyematkan selempang kepada pengurus OSIS yang terpilih usai pemilihan beberapa waktu lalu.(rey/lintasmojo)





...


151 peserta GUSDURian Se-Indonesia Menghadiri Rakornas, Sebanyak 96 Komunitas GUSDURian  yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke 2 yang diselenggarakam di Hotel Museum Batik Yogyakarta Minggu (10/11).
Dalam pembukaan Rakornas ke 2 Jaringan GUSDURian Indonesia, Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia Alissa Q Wahid mengatakan, GUSDURian tidak mengajarkan untuk memusuhi orang per orang ataupun kelompok, yang dimusuhi ialah prilaku-prilaku yang tidak sesuai dengan HAM.
“Musuh kita adalah praktek, Nilai atau perilaku yang menciderai kemanusiaan bukan identitas personal maupun kelompok” tegasnya.
Ketua Panitia Rakornas Penggerak GUSDURian Indonesia 2019, Autad An-Nasher mengatakan, kegiatan tersebut di ikuti oleh 151 peserta yang berasal dari 96 komunitas GUSDURian. “Dengan adanya GUSDURian di daerah. Kita tercambuk untuk terus semangat berkarya”. Imbuhnya.
Berikut ini videonya

Sementara itu, Koordinator Komunitas GUSDURian Mojokerto Imam Maliki sebagai salah satu Delegasi Peserta Rakornas memgungkapkan, Rakornas kali ini sebagai ajang Silaturahim serta Menguatkan Kapasitas dan menyelaraskan gerakan dimasing2 daerah, sehingga apa yg kita kerjakan bisa benar-benar sesuai sembilan nilai utama Gus Dur.
“Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ini merupakan penguatan kapasitas Penggerak yang ada di daerah. Khususnya di Mojokerto, sebagai representasi dari Sekretariat Nasional untuk membumikan 9 Nilai Utama Gusdur”. Ungkap Imam Maliki didampingi anggotanya, Khililulloh.
Perlu diketahui, kegiatan tersebut diselenggatakan sejak hari Sabtu 09 November hingga Minggu 10 November 2019 guna menguatkan kapasitas komunitas GUSDURian di Wilayah masing-masing.(rey/lintasmojo)


Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
close