-->

Seratus Relawan Disabilitas Ikuti Rakor Penanggulangan Bencana

12 Juni 2021, 12:04:00 PM WIB Last Updated 2021-06-12T05:04:13Z

Surabaya – Sekitar seratus relawan disabilitas (tunarungu) mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana dengan tema “Tangguh Bersama Seluruh Elemen Masyarakat Jawa Timur”. 
Acara yang dikuti para relawan disabiltas se-Jawa Timur ini digelar di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jumat (11/6).
Koordinator Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim Dian Harmuningsih menjadi narasumber acara ini. Selain dia, juga ada narasumber Sekjen FPRB Catur Sudarmanto (Mbah Darmo).
Rakor ini dibuka oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto. Ia juga menjelaskan bahwa peran relawan, termasuk kelompok disabilitas, sangat penting. Mereka bisa menyosialisasikan penanggulangan bencana kepada kelompok atau komunitasnya.
Sementara, Dian Harmuningsih mengungkapkan, relawan disabilitas bisa bersinergi bersama relawan penangulangan bencana. Kapasitas para relawan disabilitas perlu ditingkatkan dalam upaya ketangguhan yang mandiri. Baik diri sendiri maupun keluarga. 
“Penanggulangan bencana urusan bersama. Semua bisa jadi subjek. Sinergitas perlu dijadikan nyata, bukan hanya sekadar wacana," katanya di hadapan para peserta.
Dalam acara ini ada pertanyaan yang cukup menarik dari salah seorang peserta. Peserta bernama Mei ini menggunakan bahasa isyarat ketika bertanya.
"Bagaimana melakukan evakuasi jika ada yang seperti kami. Sedangkan tim penolong tidak bisa bahasa isyarat, sehingga tidak mengerti maksud kami," demikian pertanyaan dari Mei.
Pertanyaan tersebut menyadarkan kita semua. Menurut Dian, relawan penanggulangan bencana juga perlu dibekali kemampuan bahasa isyarat. “Tujuannya agar saat kita berkomunikasi dengan teman-teman disabilitas kita semua bisa memahami,” imbuhnya.
Dian berharap, ke depan, bisa bekerja sama mengadakan sebuah pelatihan  bahasa isyarat atau dikenal dengan istilah Bisindo bagi relawan dan masyarakat umum.(*)
Komentar

Tampilkan

Terkini