...


Sejumlah pemilik warung di Jalan Cinde Prajurit kulon Kota Mojokerto menggelar aksi di depan bangunan Rusunawa, Kamis (8/8). Dalam aksi tersebut mendapat pengamanan sejumlah anggota Satpol PP Kota Mojokerto.
Mereka menuntut kejelasan kepada pihak yang melaksanakan proyek pembangunan Rusunawa yang menunggak atas beberapa bulan tak membayar tagihan makan hingga tempat tinggal atau kos pekerja proyek.
Seperti yang dialami pemilik warung diantaranya Agus Hartini, Susi Yanti, Suparmi, Susiyo dan Hary. Besaran yang belum terbayarkan bervariasi hingga puluhan juta rupiah.
Menurut Agus Hartini, dirinya mengakui mengalami kerugian hingga 9 juta an. Dan hingga beberapa bulan ini tak ada kunjung penyelesaian.
” Mereka yang menunggak itu pekerja dari PT Mina Fajar Abadi yang beralamat di Surabaya. Saya ingin pemerintah khusunya bu walikota ikut memikirkan nasib kami,” terangnya.
Sementara itu hal yang sama juga dialami Suparmi, hingga 15 juta an dan itu dari kos hingga makan setiap hari selama 4-5 bulan.
” Bagaimana tidak bingung pak semua modal dari simpan pinjam juga. Dan harus mengembalikannya. Saya bingung harus mengadu kemana,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik membenarkan adanya aksi tersebut dan anggotanya hanya sebagai pengamanan saja.
” Saat aksi tadi, pihak Dinas PUPR Kota Mojokerto berjanji bakal mempertemukan dengan pihak pekerja proyek rusunawan,” Jelasnya.(rey/lintasmojo)
Berikut ini videonya




Sejumlah pemilik warung di Jalan Cinde Prajurit kulon Kota Mojokerto menggelar aksi di depan bangunan Rusunawa, Kamis (8/8). Dalam aksi tersebut mendapat pengamanan sejumlah anggota Satpol PP Kota Mojokerto.

Label:

Post a Comment

Mari bijak dalam berkomentar, Jangan menyinggung SARA, Jangan melakukan komentar spam atau promosi, trims

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.