-->

" Ratu Mengajar" karya Pelukis Diak Eko Dipinang Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto

14 Juli 2026, 6:47:00 PM WIB Last Updated 2026-07-14T11:48:18Z

Mojokerto – Antusiasme masyarakat terhadap pameran lukisan dan fotografi bertajuk "Merekam Peristiwa, Merawat Budaya" di Sunrise Mall Mojokerto terus meningkat. Sejak dibuka pada 8 Juli 2026, sedikitnya delapan karya lukisan maestro Diak Eko Purwoto telah dipinang para kolektor.

Setelah sebelumnya satu karya dikoleksi Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Alex Batara, kini giliran Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Mujiwati, yang membawa pulang sebuah lukisan bertajuk "Ratu Majapahit Mengajar". Lukisan tersebut dipilih saat Mujiwati mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar beserta sejumlah pejabat dan staf mengunjungi pameran, Selasa (14/7).

Pameran tersebut menampilkan puluhan lukisan karya Diak Eko Purwoto, dipadukan dengan foto-foto jurnalistik karya anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) serta fotografer Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto. Pameran akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.

Mujiwati mengatakan, lukisan "Ratu Majapahit Mengajar" memiliki makna yang sangat dekat dengan dunia pendidikan. Karya itu menggambarkan sosok seorang ratu yang dengan sabar membimbing anak-anak belajar, sehingga menghadirkan pesan tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini.

"Lukisan ini menggambarkan proses mendidik pada masa Majapahit. Sosok ibu ratu yang sabar dan telaten mengajari anak-anak memuat pesan yang sangat kuat bagi kami di Dinas Pendidikan," ujarnya.

Menurutnya, filosofi tersebut sejalan dengan semangat Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto yang mengusung slogan "Anak Hebat, Orang Tua Terlibat", di mana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, mengaku terkesan dengan detail setiap karya yang dipamerkan. Ia bahkan menyempatkan diri mengamati satu per satu lukisan sebelum akhirnya menentukan karya yang dinilai paling mewakili nilai-nilai pendidikan.
"Karya ini bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya mendidik generasi. Sangat tepat jika dipajang di lingkungan Dinas Pendidikan sebagai pengingat bahwa tugas utama kami adalah membangun karakter sekaligus mencerdaskan anak-anak," kata Amsar.

Maestro pelukis Diak Eko Purwoto mengaku bersyukur karena karya-karyanya tidak hanya diapresiasi dari sisi artistik, tetapi juga mampu menyentuh makna yang terkandung di dalamnya.

"Saya berharap setiap lukisan tidak berhenti sebagai hiasan dinding. Saya ingin setiap karya menjadi media edukasi yang mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai luhur peradaban Majapahit, terutama semangat belajar, keteladanan, dan pelestarian budaya," ungkap Diak.

Ia menambahkan, tingginya minat para kolektor menjadi motivasi untuk terus menghadirkan karya-karya yang mengangkat sejarah dan budaya lokal agar semakin dikenal oleh generasi muda. Hingga sepekan pameran berlangsung, delapan lukisan telah berpindah tangan kepada para kolektor dari berbagai kalangan, mulai pejabat, tokoh masyarakat, hingga pecinta seni.(*)
Komentar

Tampilkan

Terkini