-->

Ini Kata Kapolres Terkait Viral Polisi Pukuli Sopir Truk di Jombang

12 April 2022, 12:09:00 PM WIB Last Updated 2022-04-12T05:09:17Z

Kasus dua polisi memukul seorang sopir truk di Jombang, Jawa Timur yang viral di media sosial (Medsos) berakhir damai. Meski begitu oknum polisi yang melakukan kekerasan akan tetap menghadapi sanksi etik dari kesatuannya.
Insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oknum polisi itu terjadi di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang sekitar pukul 10.30 WIB. Hal itu lantaran, sopir truk nopol AB 8246 RK berinisial CA berasal dari Klaten, Jawa Tengah diduga melakukan kesalahan membawa barang muatan berlebihan.
Kapolres Jombang AKBP Moh Nur Hidayat, mengatakan, dua petugas dari anggota unit Turjawali Satlantas Polres Jombang berinisial Aipda AW dan Aiptu IN melaksanakan tugas melakukan penindakan kendaraan yang melebihi atau tidak sesuai kapasitas di wilayah Jombang.
Tugas tersebut disebut Kapolres adalah perintahnya karena ia banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait jalan rusak yang dipicu kendaraan memuat barang secara berlebihan. Pada saat menjalankan tugas itu, kedua polisi lalu lintas tersebut mendapati pengemudi truk yang membawa barang muatan dengan melebihi kapasitas.
"Mereka memang bertugas atas perintah dari saya. Saat itu dua anggota yang bertugas ini melihat kendaraan truk yang dikendarai CA terlihat overload kemudian dikejarnya," kata Nur Hidayat di Mapolres setempat, pada Senin (11/4/2022).
Dalam pengejaran itu, lanjut Kapolres, kemudian kendaraan berhenti hingga diduga terjadi tindakan kekerasan karena kesalahpahaman. Aksi kekerasan yang dilakukan kedua anggotanya tetap tidak dibenarkan. Dan mereka juga telah diperiksa Propam karena melakukan pelanggaran kode etik.
"Keduanya tetap dalam tahap proses pendalaman kode etik, dan sudah dilaporkan kepada Pimpinan atas tanggung jawab Kapolres Jombang," terangnya.
Sementara sopir truk CA, yang mengemudikan kendaraannya dari arah Mojokerto hendak ke Bojonegoro, awalnya mengira dua petugas polisi tersebut sedang mengejar pengendara sepeda motor yang kebetulan berjalan berada di belakangnya.
Tadi saya masih jalan terus, karena saya kira mereka mengejar pengendara motor yang ada di belakang, jadi saya laju terus hingga melampaui dua lampu merah," ungkapnya.
Sehingga CA terus menjalankan truknya, setelah dua anggota polisi berhasil menghentikannya, mereka meminta kunci truk pengendara dari kaca samping. "Tadi polisinya minta kunci dari kaca sebelah, setelah membuka pintu kaca, pergelutan terjadi karena saya tidak mau memberikan," katanya.
Hingga kini, aksi pertengkaran dua anggota polisi dan seorang sopir truk tersebut diakhiri secara damai dan kekeluargaan.
"Sudah damai, diakhiri secara kekeluargaan. Karena saya mengaku salah, dan mereka juga mengaku salah dan sudah saling memaafkan," pungkasnya.(Jang)
Komentar

Tampilkan

Terkini

PENDIDIKAN

+