-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Mojokerto dan Sekitarnya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Banjir di Dusun Beluk Rendam Puluhan Rumah Warga

    03 Januari 2021, 4:33:00 PM WIB Last Updated 2021-01-03T09:34:10Z

    Banjir kembali terjadi dan merendam puluhan rumah di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Minggu siang (3/1). Selain itu, banjir juga merendam Jalan alternatif Jombang - Mojokerto.
    Akibatnya, puluhan sepeda motor yang melintasi jalan tersebut, mogok. Terpaksa, pengendara sepeda motor harus mendorong kendaraannya di bantu sejumlah anak-anak untuk melewati banjir.
    Menurut Yoyo Supendi (50) warga setempat, banjir di tempatnya ini sering terjadi dan hampir setiap tahun. Air mulai naik ke pemukiman warga sejak hari Sabtu (2/1) siang. Ia pun menjelaskan, banjir diduga akibat hujan lebat yang mengguyur wilayahnya, sehingga sungai yang berada di sebelah utara desanya tidak kuat menampung debit air sehingga meluber ke perkampungan.
    "Disini sudah langganan banjir mas, hampir setiap tahun terjadi. Untuk kali ini, air naik keperkampungan sejak hari Sabtu kemarin, jadi sudah dua hari. Banjir ini, dari luapan sungai Avur Watudakon dan masuk kerumah saya dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter," kata Yoyo Supendi.
    Lebih lanjut Yoyo menerangkan, banjir seperti ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, setelah ada renovasi gorong-gorong di daerah Sipon, padahal sebelumnya tidak pernah terjadi. Sehingga rumah miliknya pun ikut terendam banjir.
    "Banjir disini sering terjadi, sejak tahun 2007 setelah ada renovasi gorong-gorong di daerah Sipon," pungkas Yoyo Supendi.
    Pantauan dilokasi, terlihat sejumlah pengendara sepeda motor yang memaksakan diri menorobos banjir banyak yang mogok, dan harus mendorong kendaraannya dibantu anak-anak yang berada dilokasi banjir.
    "Iya ada puluhan sepeda motor yang mogok saat menerobos banjir. Ini jalur alternatif Jombang - Mojokerto, maupun sebaliknya," terang Ari Ridayanto, petugas BPBD Jatim saat berada dilokasi banjir.
    Ari pun menjelaskan, jika banjir kali ini sudah merendam puluhan rumah dan jalan desa, dengan ketinggian air berpariasi. " Ada sekitar lima puluh Kepala Keluarga (KK) yang terendam banjir rumahnya disini. Untuk ketinggian air, didalam rumah 20 sampai 30 sentimeter. Sedangkan di Jalan mencapai 50 sampai 60 sentimeter," pungkasnya. (Jang)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini