-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Mojokerto dan Sekitarnya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Depresi Dicerai Sang Istri, Pria di Jombang Nekad Gantung Diri

    15 Desember 2020, 6:52:00 PM WIB Last Updated 2020-12-15T11:52:32Z

    Diduga alami depresi akibat dicerai sang istri, Hendrik Cahyono (30) warga Dusun Tugurejo, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, nekat mengakhiri hidupnya, dengan cara gantung diri.
    Kapolsek Jogoroto, AKP Bambang Setyo Budi menjelaskan, korban yang kesehariannya hidup sendiri itu, pertama kali ditemukan tewas gantung diri di ruang tengah depan kamar tidur rumahnya, oleh Uun Ansaroh (35) kakak korban, pada hari Selasa (14/12) pagi.
    "Saat itu sang kakak berniat akan memberi makan dan obat kepada korban. Namun begitu sampai, rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam," kata AKP Bambang.
    Selanjutnya Uun meminta tolong kepada suaminya Arifudin (41) dan Abdul Rokhim, untuk mebuka paksa pintu samping timur. Begitu terbuka para saksi sangat terkejut, saat melihat tubuh korban dalam kondisi tergantung dan lehernya terikat tali tampar warna biru, yang diikatkan ke plapon rumah.
    Mengetahui kejadian tersebut, selanjutnya saksi menghubungi perangkat desa setempat yang dilanjutkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, kemudian petugas kepolisian mendatangi rumah korban gantung diri.
    "Setelah mendapatkan laporan, anggota kami langsung mendatangi lokasi untuk mengecek dan melakukan olah TKP," terang Kapolsek.
    Petugas yang datang bersama pihak dinas kesehatan dari Puskesmas Jogoroto, selanjutnya menurunkan jenazah korban untuk dibawa ke ruang tamu guna dilakukan visum oleh pihak medis. Dari hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban.
    "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, jadi ini murni bunuh diri. Dan dari keterangan saksi serta keluarga, jika korban alami depresi setelah bercerai dengan istrinya," imbuhnya.
    Karena menyadari bahwa kejadian tersebut musibah dan murni gantung diri, keluarga korban menerima dan tidak mempermasalahkannya."Keluarga meminta untuk tidak dilakukan otopsi namun hanya visum luar saja. Kemudian, jenazah kita serahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan," pungkas AKP Bambang Setyo Budi. (Jang)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini