-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Mojokerto dan Sekitarnya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menantu Pasien PDP Covid-19 Mengaku Kooperatif

    02 April 2020, 10:08:00 AM WIB Last Updated 2020-04-02T05:01:55Z

    Kerabat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dalam perawatan di Kota Mojokerto, 30 Maret 2020 lalu, pertanyakan tudingan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang menyatakan bahwa pasien saat di rumah sakit tidak kooperatif.
    Hal itu diungkapkan Stefanus Gunawan, menantu pasien yang meninggal bahwa almarhum adalah warga Jakarta. Ia menegaskan jika mertuanya berlaku sangat kooperatif selama masa perawatan di rumah sakit, bahkan untuk Tes Swab.
    " Kami selaku pihak keluarga menegaskan pasien sangat kooperatif dalam pemeriksaan. Seperti awal dilakukan rapid test, pasien sama sekali tidak menolak, bahkan saat dilakukan swab karena sejatinya saya pasrah," tegas Stefanus, Rabu (1/4) tadi sore.
    Dengan dilakukannya perawatan di RS, pihak keluarga justru berharap agar mertuanya sembuh. "Yang penting papi saya bisa segera ditangani," tandasnya. Papinya sempat tidak mau ketika diminta menggunakan masker oksigen. " Papi saya tidak kooperatif ketika dipakaikan masker oksigen karena merasa tambah susah bernapasnya,” kenangnya.
    Stefanus mengaku sudah jujur bahwa almarhum adalah warga Jakarta. Karena sejak awal, ia sudah mengurus asuransi dan pendaftaran menunjukkan KTP.
    “Bahkan ketika papi saya ditanya, papi saya mengatakan berasal dari Jakarta Utara,” tambahnya. Karenanya, ia berharap pemerintah merilis kejadian sebenarnya. Sehingga nama baik keluarganya dipulihkan. "Saat ini kami seperti orang jatuh tertimpa tangga. Kami sudah sangat terpukul dengan meninggalnya papi, bahkan di saat terakhir kami tidak bisa menciumnya. Dan mohon untuk klarifikasi agar nama baik keluarga kami," pungkasnya.
    Diketahui, seorang warga Jakarta yang berstatus PDP Covid-19 dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit swasta Kota Mojokerto. Pasien tersebut meninggal bahkan sebelum terkonfirmasi positif Corona.
    Ia diduga tak jujur dengan menutupi riwayat perjalanannya kepada petugas dan menolak untuk dilakukan Tes Swab. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Christiana Indah Wahyu.(rey/lintasmojo)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini