-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Mojokerto dan Sekitarnya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Belasan Karyawan Pabrik di Mojoagung Kesurupan

    08 Oktober 2020, 5:36:00 PM WIB Last Updated 2020-10-08T13:49:20Z

    Belasan karyawan pabrik sepatu sandal PT Pradipta Perkasa Makmur, yang berlokasi di Jalan Raya Sumobito, tepatnya di Dusun Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, kesurupan Massal
    Kejadian ini membuat panik hingga menghentikan aktivitas produksi. Puluhan buruh yang mengalami kesurupan ini, kesemuanya merupakan buruh bagian produksi.
    Peristiwa ini terjadi, Kamis (8/10) pagi, saat para buruh yang sebagian besar wanita ini menjalani aktivitas di ruang produksi. Secara bergantian sekitar 15 karyawan mendadak histeris. Tanpa sebab mereka menjerit dan menangis. Secara cepat kejadian itu beruntun menimpa dan menular ke buruh lainnya.
    "Tadi ada yang kesurupan dari karyawan yang sedang melaksanakan produksi. Ada sekitar 14-15 orang yang kesurupan dan memang hampir sering terjadi kejadian seperti itu," kata Irwan Yulianto, Kepala Satpam.
    Hal itu terjadi, lanjut Irwan, diduga karena mereka merasa takut atau kebawa pikiran juga. Pihaknya pun, sempat memanggil salah satu paranormal untuk menetralisir keadaan. Selanjutnya, satu-persatu karyawan yang kesurupan diantar pulang.
    "Sudah kita antar pulang ke rumahnya masing-masing. Dan untuk karyawan lainnya juga dipulangkan lebih awal semua," imbuhnya.
    Untuk mengantisipasi biar hal serupa tidak terjadi lagi, pihaknya meminta kepada paranormal dan management untuk menetralisir didalam ruangan produksi dan sudah dilaksanakan.
    "Mudah-mudahan hal ini tidak terulang lagi. Untuk yang kesurupan, itu karyawan bagian produksi sandal dan sepatu," pungkas Irwan Yulianto.
    Pantauan dilokasi, sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Mojoagung, yang mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi pabrik untuk mengecek dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (JANG).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini