...




Sosialisasi tentang pentingnya membangun perilaku cinta tanah air harus dilakukan secara berkesinambungan, artinya tidak hanya sekedar slogan atau retorika belaka, tapi ada langkah nyata yang harus dilakukan. wawasan kebangsaan pun harus di tanamkan sejak dini.
Itulah sedikit inti dari Jagongan Kebangsaan yang digelar oleh Gusdurian dan beberapa elemen masyarakat dan lintas agama antara lain  PASEBAN, Komunitas Persada, GKW, GAMKI, OMK, Ansor, HKBP, Komunitas Pengamen, Jalanan, Musik Jalanan Center (MJC) dan perwakilan Generasi Millenal Kota Mojokerto juga masyarakat umum.
Acara yang bertajuk "Musik Kemerdekaan dan Jagongan Kebangsaan"  berlangsung di kedai Piltikskopi Jl Raya Meri depan SMPN 5 Kota Mojokerto pada Selasa (3/9) Pukul 19.00 WIB.
Suasana gayeng tampak terlihat dalam acara tersebut.
Imam Al Maliki dari Gusdurian meceritakan dialog bersama teman-teman dari Indonesia timur tentang kesan-kesannya mengenyam pendidikan sekolah atau berada di Mojokerto. " Semoga dengan adanya acara semacam ini Semangat Nasionalisme biar tumbuh di kaum muda millenial." ujarnya.
Kemudian sedikit tausiyah kebangsaan dari Ulama Muda Nusantara, Gus Beni dengan bahasa lugas dan mudah dicerna berpesan tentang arti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
sikap mental dan perilaku cinta Tanah Air, kesadaran menjaga persatuan dalam kebinekaan, taat hukum, disiplin, kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, yakin dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Baca Juga: Mengenal Iwenk Fals
" Ya dengan persatuan dan kesatuan maka NKRI Harga Mati tak bisa ditawar lagi," terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pendeta Stevi Kristian Rumere dari GKJW Mojokerto, harapannya melalui acara ini kita pelihara persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih indonesia di bangun bukan karena keseragaman tapi keragaman. "Karena itu...NKRI Harus diperjuangkan. Jayalah Indonesia, Pancasila, NKRI Harga Mati." Ujarnya sambil mengepalkan tangan dengan semangat.
Sementara itu, tampak juga hadir Ketua Partai Nasdem yang juga anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Rindahwati SKep, Ns MM. Menurutnya  kegiatan yang positif ini bisa menumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air. " Dengan keberagaman kita bisa saling berkomunikasi dengan baik, apalagi kita punya FKUB," ujarnya..
Suasana acara di Kedai Piltikskopi ini semakin hangat dengan kehadiran Iwenk Fals dari Musik Jalanan Center (MJC), tak kurang dari enam lagu termasuk lagu karyanya sendiri yang berjudul NKRI Harga Mati dan beberapa puisi musikal di lantunkan pria bersuara mirip Iwan Fals ini.
Dan di akhir acara para peserta yang hadir menyempatkan diri untuk berfoto bersama. (lintasmojo)

Berikut ini video tanggapan mereka tentang kegiatan Musik  Kemerdekaan dan Jagongan Kebangsaan yang di gelar tadi malam



Berikut ini galeri foto kegiatannya





















Sosialisasi tentang pentingnya membangun perilaku cinta tanah air harus dilakukan secara berkesinambungan, artinya tidak hanya sekedar slogan atau retorika belaka, tapi ada langkah nyata yang harus dilakukan. wawasan kebangsaan pun harus di tanamkan sejak dini. Itulah sedikit inti dari Jagongan Kebangsaan yang digelar oleh Gusdurian dan beberapa elemen masyarakat dan lintas agama antara lain PASEBAN, Komunitas Persada, GKW, GAMKI, OMK, Ansor, HKBP, Komunitas Pengamen, Jalanan, Musik Jalanan Center (MJC) dan perwakilan Generasi Millenal Kota Mojokerto juga masyarakat umum.

Label:

Post a Comment

Mari bijak dalam berkomentar, Jangan menyinggung SARA, Jangan melakukan komentar spam atau promosi, trims

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
close