-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Mojokerto dan Sekitarnya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Cegah Pergerakan Massa, Gelar Razia di Terminal dan Stasiun

    26 Juni 2019, 10:52:00 PM WIB Last Updated 2019-06-26T15:52:23Z


    Polres Mojokerto Kota beserta Polsek Jajaran menggelar razia dalam rangka cipta kondisi di Terminal Kertajaya,  Stasiun KA,  Akses perbatasan Mojokerto - Lamongan yaitu di Jln Raya Kemlagi dan akses perbatasan Mojokerto - Gresik di Jln Raya Dawarblandong dan dilaksanakan secara serentak pada Rabu,  (26/6) pada pukul 16.00 wib hingga18.00 wib.
    Razia dengan sasaran Sajam,  Senpi,  Handak dan Narkoba  ditujukan kepada pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat serta penumpang yang ada untuk mencegah pergerakan massa yang hendak menyambut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.
    Dalam razia kali ini sebanyak 45 orang personil gabungan, di terjunkan untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang yang sekiranya dapat membahayakan keselamatan orang" ujar Kasubag Humas Polres Mojokerto Kota, Iptu Sukatmanto dalam keterangan rilisnya, Rabu (26/6).
    Setiap kendaraan roda empat yang mencurigakan dihentikan dan diperiksa. Jika terbukti hendak bertolak ke Jakarta dalam rangka menyambut putusan MK, setidaknya dilakukan pembinaan dan pengarahan serta diingatkan akan keselatan dia, syukur2 setelah diberi pengertian dan pengarahan dia membatalkan niatnya utk tidak jadi pergi ke Jakarta.
    Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono,  SH,  SIK,  MS.c (Eng) menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama warga Kota dan Kabupaten Mojokerto, untuk saling menjaga kondusifitas lingkungan. Terkait keputusan MK, dia berharap masyarakat tidak terpancing dengan hal-hal bersifat provokatif dan berita bohong yang  dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
    "Jangan terpancing berita bohong, adu domba yang memecah belah persaudaraan dan kerukunan berbangsa dan bernegara," tegas Kapolres Sigit, sudah semestinya perkara sengketa Pemilu dan Pilpres 2019 tetap berada dalam kewenangan MK.
    Apapun keputusan MK nanti, warga cukup menyaksikan dari daerah masing masing. "Tidak perlu datang ke Jakarta. Kita percayakan sepenuhnya kepada MK," paparnya, Sebab harga dari pesta demokrasi yang bersiklus lima tahunan tidak lebih mahal dari utuhnya semangat persatuan dan kesatuan.(rey/lintasmojo)









    Komentar

    Tampilkan

    Terkini