-->

Merawat Denyut Ekonomi Desa: Bengkel Las di Mojoagung Naik Kelas Lewat Suntikan Peralatan Modern

19 Oktober 2026, 5:56:00 PM WIB Last Updated 2026-10-19T10:57:01Z

JOMBANG – Sektor informal dan bengkel-bengkel kecil di desa seringkali luput dari sorotan, padahal di sanalah roda ekonomi kerakyatan terus berputar tanpa henti. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang jasa konstruksi dan perbengkelan memegang peranan krusial dalam menopang kebutuhan infrastruktur warga skala rumah tangga, mulai dari perbaikan atap, pembuatan pagar, hingga kanopi. Sayangnya, etos kerja keras para pelaku usaha ini sering kali harus membentur realitas keterbatasan alat, yang membuat ritme produksi menjadi lambat dan rentan terhadap risiko keselamatan kerja.

Memahami bahwa ketangguhan UMKM harus diimbangi dengan kapasitas sarana kerja yang memadai, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jombang mengambil langkah proaktif. Melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI menghadirkan solusi konkret dengan menyalurkan seperangkat alat kerja modern kepada Kelompok UMKM Bengkel Las Eprek yang berpusat di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. 

Bantuan yang diserahkan kali ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan teknis perbengkelan agar lebih efisien. Paket bantuan tersebut meliputi unit kompresor, mesin serkel, gerinda, bor cas (nirkabel), mesin trafo las, hingga perangkat pelindung diri berupa kacamata las. 

Pimpinan Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menegaskan bahwa dukungan ini adalah manifestasi dari komitmen perseroan untuk tidak sekadar memberikan modal uang, tetapi juga modal alat (capacity building) yang berdampak langsung pada kecepatan dan kualitas kerja pelaku UMKM.

“Usaha bengkel las di tingkat desa itu punya pangsa pasar yang selalu hidup. Bantuan sarana seperti trafo las dan bor cas ini adalah wujud nyata pendampingan BRI agar kerja teman-teman UMKM semakin cepat, presisi, dan hasilnya rapi. Kami juga secara khusus menyertakan kacamata las, karena bagi kami, keselamatan dan kesehatan kerja para pelaku UMKM adalah prioritas utama yang tak boleh diabaikan,” papar Boedhi Winaryo.

Bagi para pekerja logam di Desa Betek, pembaruan fasilitas ini ibarat darah segar yang memompa semangat baru. Ketua Kelompok UMKM Bengkel Las Eprek, Imbang Sutrisno, tak bisa menyembunyikan kelegaannya saat menerima deretan alat-alat baru tersebut. Menurutnya, pembaruan perlengkapan mekanis akan sangat memangkas hambatan teknis yang selama ini sering memperlambat penyelesaian pesanan pelanggan. 

“Jujur, bantuan ini sangat luar biasa bagi kami. Selama ini kadang kami kesulitan kalau ada pesanan banyak tapi alatnya terbatas atau sudah termakan usia. Dengan tambahan alat baru seperti bor cas yang praktis dan kompresor ini, kerjaan bengkel pasti jauh lebih lancar,” ungkap Imbang. 

Melalui intervensi alat produksi yang tepat sasaran ini, upaya memberdayakan UMKM terbukti tidak hanya sebatas retorika. Sinergi ini menyalakan harapan baru bagi para pelaku usaha kecil di Mojoagung untuk berani mengambil volume pekerjaan yang lebih besar, memajukan usahanya, dan pada akhirnya terus menghidupkan napas ekonomi di desa mereka.(*)
Komentar

Tampilkan

Terkini