Ketua Komunitas Pelukis Galeri Clurit Emas, Kak Herry menyerahkan cinderamata berupa lukisan sebagai simbol apresiasi dan persahabatan kepada tamu kehormatan.
SURABAYA - Panggung pembukaan Pameran Lukisan Nasional bertajuk "Warna dan Keberagaman Budaya Dalam Kanvas" di Plasa Marina Surabaya, Sabtu (1/8), tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi karya seni. Momentum tersebut juga menandai dimulainya kolaborasi antara Galeri Clurit Emas dan MajaCraft untuk memperluas jejak karya pelukis melalui ekosistem digital.
Pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 itu dibuka oleh Nor Cahya, adik almarhum Muhammad Nur, mantan Gubernur Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya seni sebagai bagian dari kebutuhan batin manusia.
"Kita kadang terlalu sibuk memenuhi kebutuhan fisik. Padahal, lukisan adalah makanan rohani. Keduanya sama-sama penting sebagai asupan kehidupan," ujarnya.
Nor Cahya mengaku semakin bangga ketika mengetahui diantara 120 pelukis yang mengikuti pameran juga seniman Madura. Menurutnya, seni dan budaya menjadi ruang yang mampu mempertemukan keberagaman sekaligus memperkuat jati diri bangsa.
Ketua Komunitas Pelukis Galeri Clurit Emas, Kak Herry, mengatakan kolaborasi dengan MajaCraft lahir dari kesamaan visi untuk memperluas ruang apresiasi bagi karya para pelukis tanpa mengubah ekosistem yang selama ini dibangun komunitas.
"Galeri tetap menjadi rumah bagi para pelukis. MajaCraft hadir melengkapi dengan ruang digital. Yang membuat kami tertarik adalah komitmen MajaCraft menghadirkan Sertifikat Kepemilikan Digital sebagai identitas yang melekat pada setiap karya. Ini menjadi nilai tambah sekaligus jejak digital yang akan terus mengikuti perjalanan sebuah karya," katanya.
Menurut Kak Herry, seluruh proses kemitraan tetap dilakukan melalui satu pintu, yakni Galeri Clurit Emas. Mulai dari pendaftaran karya, komunikasi dengan pelukis, hingga administrasi dikoordinasikan oleh komunitas sehingga para pelukis tetap memperoleh pendampingan seperti selama ini.
Sementara itu, Hendra, Tim Teknis MajaCraft, menjelaskan bahwa platform tersebut hadir sebagai mitra yang membantu mendokumentasikan karya, melakukan digitalisasi data, dan memperluas jangkauan promosi melalui teknologi digital.
"MajaCraft tidak datang untuk menggantikan peran galeri ataupun menentukan harga karya. Harga tetap menjadi kewenangan pelukis melalui Galeri Clurit Emas. Kami ingin membantu agar setiap karya memiliki jejak digital yang dapat dikenali masyarakat, bahkan setelah karya itu berpindah tangan," ujarnya.
Hendra menjelaskan, setiap karya yang didaftarkan akan memperoleh Sertifikat Kepemilikan Digital. Sertifikat tersebut bukan merupakan sertifikat hak cipta maupun Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), melainkan identitas digital yang melekat pada karya sebagai bagian dari rekam jejaknya di platform MajaCraft.
Apabila karya terjual selama pameran berlangsung, karya tersebut tetap ditampilkan di platform MajaCraft dengan status "Terjual Offline". Dengan demikian, nama pelukis, judul karya, dan riwayatnya tetap terdokumentasi serta dapat diakses oleh publik sebagai bagian dari perjalanan kreatif sang seniman.
General Manager Plasa Marina, Fransisca M. Budiman, menyambut baik penyelenggaraan Pameran Lukisan Nasional yang menghadirkan karya-karya pelukis dari berbagai daerah dan mancanegara. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas seni, pelaku usaha, dan mitra seperti MajaCraft menjadi langkah positif dalam mendukung perkembangan seni rupa di Indonesia.
"Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang sehingga seni semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung," ujarnya.
Usai acara pembukaan, stan MajaCraft dipadati para pelukis yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pola kemitraan dan Sertifikat Kepemilikan Digital. Mereka tampak berdiskusi dengan tim MajaCraft, mengambil brosur, serta mengisi Formulir Kemitraan yang disediakan untuk memulai proses pendataan karya.
Kolaborasi antara Galeri Clurit Emas dan MajaCraft diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem seni yang menghubungkan ruang pamer konvensional dengan ruang digital, sehingga karya para pelukis semakin mudah diapresiasi masyarakat tanpa dibatasi ruang dan waktu.*(one)
Foto bersama keluarga besar Komunitas Pelukis Galeri Clurit Emas, para pelukis dari berbagai daerah, serta mitra yang hadir dalam pembukaan pameran.