Mojokerto, Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudi Saladin M.A melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Mojokerto pada hari ini Kamis (4/6).
Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka meninjau langsung kesiapan lahan rencana pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) serta meninjau progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Kedatangan Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan di wilayah Korem 082/CPYJ disambut langsung oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara S.Hub.Int., M.Hub.Int., Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, S. Hub. Int., serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Setibanya di lokasi lahan rencana pembangunan, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., langsung menerima paparan komprehensif dari Dandim 0815/Mojokerto terkait kesiapan fisik dan geografis wilayah tersebut.
Tak sekadar meninjau, momentum ini juga dimanfaatkan oleh Pangdam V/Brawijaya untuk membuka ruang dialog. Jenderal bintang dua tersebut menggelar sesi sharing interaktif bersama perangkat desa, tokoh agama, serta pimpinan proyek pembangunan.
Diskusi hangat ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi, menyerap aspirasi masyarakat lokal, sekaligus memastikan bahwa kehadiran Yonif TP nantinya dapat berjalan sinergis dengan pembangunan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pangdam juga menyampaikan Hadirnya sebuah batalyon di suatu daerah ternyata membawa dampak yang jauh lebih luas dari sekadar urusan pertahanan. Pangdam menyampaikan bahwa prajurit TNI juga hadir sebagai motor penggerak ekonomi warga sekitar. Wilayah yang dulunya sepi kini berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Kehadiran para prajurit langsung membuka peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari warung kelontong, pangkas rambut, hingga jasa laundry. Menurut Pangdam, perputaran ekonomi ini adalah bukti konkret bahwa TNI dan rakyat saling menopang keamanan terjaga, dan kesejahteraan pun ikut meningkat.(*)