...


Doi Narsuko, 23, seorang asisten Guru Bahasa Jepang di SMA Tamansiswa Kota Mojokerto, yang sebelumnya tahun lalu Yuto Tashima. Mereka keduanya asisten guru Bahasa Jepang yang merupakan merupakan kerjasama antara SMA Tamansiswa dengan The Japan Foundation program kerjasama Nihongo Partners.
Hal yang sama tahun lalu, yang diajarkan Doi narsuko juga selain mengajak memasak kari khas Jepang dan penyajian teh ala Jepang. Hal itu untuk memperkenalkan makanan/minuman khas dari Jepang kepda para siswa dan juga budaya yang ada di jepang.
Saat ditemui Lintasmojo.com, Senin (25/11) Doi narsuko sangat senang karena siswa-siswi SMA Tamansiswa Kota Mojokerto antusias dalam mempelajari Bahasa Jepang. Tak hanya itu cara memasak, cara berpakaian hingga cara berbahasa ala Jepang juga dirinya mengenalkannya dan mereka sangat suka.

” Saya sangat senang untuk mengajak siswa memasak sambil belajar Bahasa Jepang dalam bentuk percakapan sehari-hari dan juga penulisan huruf dalam bentuk Hiragana maupun Katakana. Misalnya Riyouri Suru (masak) Niru (rebus) Wakasu (didihkan) dan masih banyak lagi,” terang perempuan asal Hyogo Jepang.
Terpisah, Nyi Anne krisnawati, S.Pd Guru Bahasa Jepang SMA Tamansiswa selama 7 bulan ini belajar Bahasa Jepang sangat dinantikan para siswa karena bisa belajar langsung dengan asisten guru dari Jepang.(rey/lintasmojo)
Berikut ini videonya






Doi Narsuko, 23, seorang asisten Guru Bahasa Jepang di SMA Tamansiswa Kota Mojokerto, yang sebelumnya tahun lalu Yuto Tashima. Mereka keduanya asisten guru Bahasa Jepang yang merupakan merupakan kerjasama antara SMA Tamansiswa dengan The Japan Foundation program kerjasama Nihongo Partners.

Label:

Post a Comment

Mari bijak dalam berkomentar, Jangan menyinggung SARA, Jangan melakukan komentar spam atau promosi, trims

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
close