-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Mojokerto dan Sekitarnya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kita Jaga Alam, dan Alam Jaga Kita

    26 April 2019, 5:28:00 PM WIB Last Updated 2019-04-26T11:25:04Z

    Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) mendorong gerakan kepada individu, keluarga maupun komunitas untuk siap menghadapi bencana. Langkah ini dimulai sejak 2017 lalu dengan penyelenggaraan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh setiap tanggal 26 April. Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu kawasan rawan bencana alam. Oleh karena itu masyarakat dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
    Dari data yang di dapat dari Badan Penagulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, sepanjang 2019 hingga saat ini sudah terjadi 43 kali bencana banjir dan 18 bencana longsor. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto mengadakan simulasi Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2019, Jumat (26/4/2019).


    “Hari ini, gedung BPBD Kabupaten Mojokerto telah terjadi gempa hingga kebakaran. Dan puluhan korban jiwa berjatuhan karena tertimpa material bangunan hingga sesak terlalu banyak menghirup asap yang ditimbulkan dari kebakaran,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini.
    Proses evakuasi dilakukan oleh potensi relawan yang ada di kabupaten Mojokerto, TNI/Polri dengan sigap dan tanggap Mulai dari penanganan kebakaran dengan mendatangkan dua mobil pemadaman dengan ukuran besar 5500 liter. Hingga simulasi proses evakuasi korban yg terjebak di gedung bertingkat dengan vertikal rescue Apabila terdapat bencana kebakaran yang berada dalam gedung.
    Ungkap Zaini, simulasi bencana ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi bencana yang hingga sampai saat ini masih berpotensi.
    “Sejauh ini kan pemerintah Kebupaten Mojokerto hanya memiliki 4 pemesan kebakaran yang di bagi di dua lokasi. Yakni Mojosari dan Mako BPBD. Ini kita merencanakan akan menambah dan akan di taruh di beberapa titik, sehingga bila terjadi kebakaran, dengan cepat bisa datang ke lokasi kejadian,” imbuhnya
    Selain itu, Zaini juga menuturkan akan membentukan (TRC) Team Reaksi Cepat di setiap kecamatan. Yg mana  tim TRC ini beranggotakan dari potensi relawan yang ada di mojokerto(Rey/lintasmojo)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini