...


Saat itu massa yang sudah berkumpul terlihat emosi, mereka berorasi sesekali meneriakkan yel-yel dan mulai bergerak menuju kantor KPUD, Merasa aksinya dihalangi mereka berusaha menerobos pengamanan aparat yang berjaga, massa semakin beringas, petugas yang berjaga untuk mengamankan massa pun tak luput dari amukan, berbagai tendangan dan pukulan kayu bahkan lemparan ke tameng barikade yang dibuat oleh aparat ini membuat suasana semakin mencekam. Semprotan water canon pun diarahkan ke pengunjuk rasa, mereka merangsek untuk bisa menuju ke Kantor KPUD.
Ratusan pengunjuk rasa yang tidak puas terhadap hasil berlangsungnya pesta demokrasi di Mojokerto berkumpul di Lapangan Surodinawan untuk menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Mojokerto pada Sabtu (9/2)
Namun sebelum menuju kantor KPU masa ditemui oleh Babinsa dan Babinkamtibmas yang sedang melaksanakan patroli wilayah agar para pengunjuk rasa untuk tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasinya. Babinsa dan Babinkamtibmas mengawal hingga menuju kantor KPUD.



 Menurut salah satu petugas yang ditemui di lapangan, mengatakan jika itu hanya simulasi untuk mengantisipasi dan latihan gabungan dalam mengendalikan masa yang tak puas dengan hasil penghitungan suara. Mereka juga memperagakan masa yang nyaris bentrok dengan petugas.
” ya ini latihan untuk antisipasi segala sesuatu terjadi.  Dalam aksi tersebut berakhir dengan setelah anggota TNI datang dan bergabung dengan Polri, maka massa pengunjuk rasa dapat dipukul mundur dan para aktor dari massa pengunjuk rasa yang anarkis dapat ditangkap,” jelasnya.
Gelaran itu ditutup dengan upacara dan sebagai Inspektur upacara Komandan Korem 082/CPYJ,Kolonel Ruly Chandrayadi,S.H. Dan mengevaluasi tentang penanganan demonstrasi atas tidak puasnya hasil akhir pemilu legislatif dan Presiden Tahun 2019.
Sementara itu, Dalam sambutannya Kolonel Ruly mengatakan latihan pengamanan ini merupakan salah satu implementasi dari kebijakan Pimpinan TNI dalam rangka meningkatkan kemampuan prajurit komando kewilayahan.



”Selain itu juga sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas satuan sebagai langkah antisipatif agar seluruh personel Komando kewilayahan, baik TNI-POLRI maupun aparat pemerintah daerah mampu menghadapi perkembangan situasi wilayah pada pelaksanaan pemilu mendatang " Jelasnya.
Masih kata Kolonel Ruly latihan ini selain merupakan wahana untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan, juga sebagai sarana evaluasi khususnya dalam hal Penanganan kerusuhan massa, saya berharap agar ketrampilan dan pengetahuan yang sudah kalian terima ini dapat digunakan untuk mendukung tugas kita selaku satuan kewilayahan. Latihan Pengamanan ini melibatkan unsur  dari Korem 082/CPYJ dan Kodim jajarannya, Batalyon Kavaleri 3/Tank Andaka Cakti, Batalyon Zeni tempur 5/Arati Bhaya Wighina dan Polres Mojokerto kota dan Polres Kabupaten Mojokerto.
 Tampak hadir pula dalam pada upacara penutupan latihan ini, Kasrem 082 Letkol Inf Moch Sulistiono, Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto, para Dandim jajaran Korem 082/CPYJ, ketua KPU Kota dan Kabupaten Mojokerto, para Kasi Korem dan Komandan/Kepala Balak Korem.(Rey/lintasmojo)




Saat itu massa yang sudah berkumpul terlihat emosi, mereka berorasi sesekali meneriakkan yel-yel dan mulai bergerak menuju kantor KPUD, Merasa aksinya dihalangi mereka berusaha menerobos pengamanan aparat yang berjaga, massa semakin beringas,

Label:

Post a Comment

Mari bijak dalam berkomentar, Jangan menyinggung SARA, Jangan melakukan komentar spam atau promosi, trims

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
close