JOMBANG — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 secara resmi dimulai. Pembukaan kegiatan gotong royong yang memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan masyarakat ini dipusatkan di Lapangan Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.
Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, S.Hub.Int., M.Hub.Int., dalam arahannya menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat harus benar-benar menjadi solusi nyata, berjiwa kesatria, serta membawa dampak progresif bagi percepatan pembangunan di wilayah teritorial. Hal tersebut selaras dengan sasaran utama TMMD tahun ini yang difokuskan pada penguatan infrastruktur fisik dan fasilitas pendukung kesejahteraan warga desa.
"Sasaran TMMD ke-130 tahun ini meliputi pembangunan jalan, perbaikan beton sepanjang 1.338 meter, pembangunan 10 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), serta 6 titik Mandi Cuci Kakus (MCK)," ujar Letkol Kav. Diky Prasojo di lokasi kegiatan, meneruskan visi teritorial yang digariskan oleh Danrem 082/CPYJ agar seluruh pengerjaan tuntas tepat waktu hingga 9 November mendatang.
Dalam pelaksanaan di lapangan, program ini melibatkan personel gabungan dari berbagai kesatuan. "Untuk personel yang dilibatkan dari TNI AD, AL, AU, serta Kepolisian, totalnya mencapai 150 orang," jelasnya.
Ketika disinggung mengenai alasan pemilihan Kecamatan Plandaan sebagai lokasi sasaran, mekanisme penentuan wilayah ini dilakukan secara transparan melalui pendekatan bottom-up yang menjunjung tinggi aspirasi masyarakat dari tingkat bawah secara berjenjang.
"Pemilihan lokasi ini murni melalui pengajuan dari bawah—mulai dari proposal desa, naik ke Koramil, lalu ke Kodim. Kodim menghimpun, memilah mana skala prioritas yang paling membutuhkan uluran tangan, lalu kita ajukan ke Pemda. Ini adalah wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral kita bersama," tegas perwakilan komando kewilayahan.
Lebih lanjut, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo menekankan pentingnya orientasi pembangunan yang tidak hanya berhenti pada fasilitas fisik semata, tetapi juga berjangka panjang bagi kemandirian ekonomi rakyat. Oleh karena itu, selain infrastruktur dasar dan perumahan, program TMMD tahun ini turut memperkuat sektor strategis ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan warga setempat.
"Akan ada pembuatan sumur bor juga untuk mendukung sektor pertanian serta pemukiman warga," pungkasnya.
Melalui sinergi lintas sektoral yang solid, disiplin tinggi, dan semangat gotong royong yang dikawal langsung oleh komando kewilayahan, TMMD ke-130 ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan di pedesaan, mendongkrak perekonomian, serta mengangkat taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Jombang.(*)